Selasa, 22 September 2015

Jesica Angel Demak Taruli

Chrysanthemum


Entah apakah aku harus bersyukur harus kembali lagi ke kota ini. Kota yang sangat terkenal dengan artis yang sangat molek parasnya dan pandai menggoyangkan tubuhnya yang semolek parasnya. Disetiap kejadian dan pengalaman, pasti ada pesan yang ingin disampaikan Tuhan dengan hal itu, begitulah kata orang orang.
Memang sungguh pandai Tuhan menciptakan segala hal. Semuanya begitu cantik. Menurutku yang paling cantik adalah bunga. Ah, mungkin kalian bertanya-tanya mengapa aku bilang bunga lah yang paling cantik? Oh tidak, dia lah yang paling cantik. Akhir-akhir ini aku banyak mempelajari berbagai hal tentang bunga. Selain bentuknya yang menawan, bunga sangatlah pandai menyampaikan pesan. Setiap bunga, setiap warna, mengandung pesan didalamnya.


Yulfani Danisaprina

Hadiah Terindah

            Pagi ini aku melangkahkan kaki menuju gerbang sekolah dengan semangat. Baru selangkah memasuki kelas, ucapan selamat dari teman-teman untuk hari kelahiranku langsung terdengar. Tak lupa, berbagai macam hadiah dan bingkisan sudah terduduk manis di atas mejaku. Aku tersenyum lebar dan mengucapkan terima kasih kepada teman-temanku. Akan tetapi senyumku luntur mengingat sesuatu,

Junilla Ajeng Pawestri

KEMBALI


Mata itu, tidak bisa hilang dari pikiran Sofwan. Senyumnya yang rupawan terus menghantui Sofwan. Sofwan hanya tertunduk bisu, termenung menyesali perbuatannya. Gadis berparas cantik itu pergi meninggalkan orang yang sangat menyayanginya dengan tulus dan Sofwan mulai menjalani hari-harinya yang pahit tanpa Anita.
            Ngennnggg, Sofwan terus memacu Ninja merahnya dengan kecepatan bagaikan kilat. Entah setan apa yang merasuki jiwanya, tidak peduli bagaimana caranya, ia terus bersikeras untuk memenangkan balap motor itu. Dinginnya malam yang menusuk kulit sofwan itu seakan-akan lenyap tak tersisa. Segerombolan anak muda bersorak untuk Sofwan ketika ia hendak sampai pada garis finish. Sofwan sadar bahwa ini berbahaya, dalam hati kecilnya ia ingin berhenti, tetapi ini sulit. Bukan imbalan yang besar dan gengsi yang tinggi yang ingin ia dapat, tapi hanya melampiaskan perasaannya yang kacau balau, bagaikan diterpa angin ribut disertai sambaran petir masuk ke dalam jiwanya.


Firdaus Fitri

Kasih Sayang Yang Sebenarnya


Aku menatap gundukan tanah di hadapanku. Memori - memori kelam kembali berputar di otakku. Aku tak pernah melupakan hari itu. Hari di mana aku kehilangan sahabatku.

Suara musik yang memekakan telinga membuat kepalaku sakit. Lampu warna - warni berkedip – kedip mengikuti dentuman musik. Aroma alkohol serta rokok menggelitik bulu hidungku. Aku tak mengerti mengapa orang - orang ini betah di tempat yang benar - benar jauh dari kata tenang. Bukankah mereka ingin melarikan diri dari masalah? Harusnya mereka tidak pergi ke tempat ini.


Arvian Syandika Pramasta

Jodohku di Tangan-mu

Apa benar tiap manusia memiliki jodoh? Apa benar ‘Tulang Rusuk’ yang sering dilantunkan para penyair itu benar-benar ada? Haha…  Aku tidak sedikitpun yakin, terlebih pada diriku sendiri. Memang sepertinya jodohku ada di tangan Tuhan,ya di tangan-Nya, tidak di tanganku.