Sabtu, 19 September 2015

Gustiantira Alandi

Organisasi

Kring-kring”, Bunyi alarmku berdering tepat jam setengah 5 pagi aku terbangun dari mimpi-mimpi yang tadi menghantuiku. Ya hari ini aku ada janji untuk mendaftar ulangkan adek kelasku di SMAN 1 Bekasi, aku bergegas  wudhu terlebih dahulu dan lansung solat subuh. Hari ini juga masih libur sekolah, tapi aku harus ke sekolah karena ada urusan ekskul. Ya beginilah kalau jadi anak organisasi, gabut dirumah menjadi satu hal yang mustahil
 Jam 10 pagi aku sudah sampai disekolah. Aku mengambil no antrian dan mengantri bersama orang tua murid dan calon adik kelasku nanti. Yang aku dengar orang tua mereka sangat senang  anaknya dapat diterima di Smansa, ada yang menanyakan NEM,  jurusan mipa/iis, bahkan PTN. Ya aku hanya bisa mendengar saja sambil tersenyum kecil.


Beberapa menti kemudian,  seorang ibu guru datang dan menepuk pundaku dari belakang “Alan, kamu ngapain disini? Mau jadi kelas 10 lagi? Hehe” Tanya Bu Een kepadaku, seketika semua orang menatap ke arah kami. “Gak kok Bu, ini loh ade kelas saya, beberapa hari yang lalu kakeknya meninggal, jadi saya yang diminta tolong Buat daftar ulang Bu”. Jawabku “Oh yaudah lansung kesini aja Lan, “ “Gapapa Bu?”.”Udah gapapa kok” Saut Bu Een. Padahal antrean masih sangat panjang tapi tak apalah rezeki mungkin pikirku.
Aku pun dituntun oleh Bu Een masuk ke Ruang Biologi, disana sudah tertata rapih mana kursi untuk murid laki-laki dan murid perempuan, akupun sebenarnya harus mengantri lagi tapi Bu Een lansung menyuruhku duduk di depan meja daftar ulang .
”Duduk disini aja Lan.”
“Oke  Bu.” Sautku
“Yaudah siapa adek kelasmu Lan? Satu SMP sama kamu?. Tanya Bu Een
“Sheryn Bu, Sheryn Laura. Iyaa Bu memang dia adik kelas saya waktu SMP”. Jawabku
“Oke Yaudah ini udah diprint, suruh adik kelasmu buat login di web Smansa, ini passwordnya
“Oke Bu terimakasih ya, saya duluan ya Bu. Asalamualaikum Bu”
“Walaikumsalam, hati-hati Lan”
“Siap Bu”. Sautku sambil berjalan keluar Ruang Biologi yang dingin saat itu.
Aku pun berjalan menyusuri Smansa, dalam hati aku bangga sekali bisa sekolah disini dengan teman-teman baru. Ya aku sekarang sudah naik kelas 11, sudah satu tahun aku menuntut ilmu di sekolah ini. Setelah beberapa menit aku menyusuri Smansa, akupun lansung menuju ke mabes Chadika, ya ini adalah nama ekskul pramuka disekolahku, salah satu ekskul yang paling disegani di Smansa, beruntung juga aku bisa bertahan diantara siswa-siswi Smansa yang katanya takut ekskul wajib hahahah. Bagi mereka ekskul wajib bagaikan mimpi buruk , kekangan dan tanggung jawab adalah hal mutlak,  berakit-berakit dahulu bersenang-senang kemudian, itulah yang mungkin dirasakan aku dan teman-teman ekskul wajib lainnya.
Sejenak aku bersantai didalam mabes, tiupan kipas angin yang sepoy-sepoy menambah kesejukanku saat itu, sambil melihat hp ku, tiba-tiba ada yang menghuBungiku. Ya dia Anita, teman kelasku waktu kelas 10, ya orangnya baik,dia alumni smp 5 bekasi, smp bagus se-Bekasi itu wkwkw.
“Lan”
“Iya??”
“Lagi disekolah lu??”
“Iya nit, lagi disekolah gue, biasa persiapan MOPDB.”
“Cielah siBuk amat Pak.”
“Iya dong, emang situ pengangguran”.
“Lah songong lu Lan”
“Bodo amat”
“Yaudah gue mau main dulu ya sama yang lain, bye”
“Oke Nit,” Telfon kitapun terhenti.
Aku menunggu teman-temanku yang lain, karena hari ini ada rapat untuk mempersiapkan atraksi ekskul  saat MOPDB nanti. Jam 5 sore kami baru selesei dan bersiap untuk pulang. sesampainya di rumah, tak lupa aku solat maghrib lalu melanjutkan solat isya. Aku pergi ke kamarku dan berbabaring sejenak mengingat kejadian tadi
Alhamdulillah aku dan sahabatku Sawi diterima di SMAN 1 Bekasi,  karna rumah kami berdekatan,kami janjian untuk daftar ulang bersama, orang tuaku saat itu sedang berhalangan sehingga akupun berangkat bersama orang tua sawi, sesampainya di Smansa kamipun lansung mengambil no antrian dan mengantri di kursi laki-laki. Saat itu nama alan dan riyadi pun dipanggil bersamaan riyadi dengan Bu Een dan aku dengan Bu Delfi. Tiba-tiba Bu Een pun datang menghampiriku dengan dan wajah sinis.
(Dengan nada membentak)
“Kamu anak kuliah, SMP mana kamu? “ Tegur Bu Een kepadaku
“Smp 16 Bu”
“Kok udah kayak anak kuliah, cukur ya kamu nanti, SMA 1 gak nerima murid kayak gini.“ Tegas Bu Een dan semua orang melihat ke arahku
“Iya Bu”
Bu Een pun menceramahiku , padahal baru masuk sekolah baru tapi udah dimarahin hahah belum masuk deh, tapi tak apalah karna peraturan ya tetap peraturan.
Yaa memang aku mempunyai kelebihan hormon dari ayahku sehingga pertumBuhan ramBut dibadanku terlihat berlebihan, aku sendiiri juga heran setiap sekali mencukur yang ada tumBuh terus, tapi tak apalah aku percaya apa yang diberikan tuhan olehku adalah anugerah yang harus aku terima. Kalau kita terlahir boleh memilih, mungkin aku tidak ingin lahir disini, aku ingin lahir sebagai sahabat nabi yang sudah pasti masuk surga heheh.
Saat awal masuk di kelas 10 wajahku sudah klimis, sudah tak ada lagi kumis dan janggut lagi, tapi itu tak bertahan lama sekitar seminggu pun aku hampir kembali seperti semula hahha. Di kelas 10 aku juga diajari oleh Bu Een,Beliau adalah guru Sejarah Indonesia, hari-hariku hanya dipenuhi oleh omelan dari Bu Een. Setiap kali bertemu pasti Beliau memarahiku, suruh cukurlah, tapi aku yakin tujuan Bu Een semata-mata demi kebaikanku sendiri.
Sampai akhirnya Bu Een mungkin sudah kesal denganku, ya mau gimana lagi udah dicukur ya numBuh-numBuh lagi. Saat itu adalah Mid Test pertamaku di SMAN 1 Bekasi, hari itu hari RaBu 24 Oktober 2014, mata ujian  ke 2 saat itu adalah Matematika, kelasku diawasi oleh Bu Een. Tatapan Beliau seperti biasanya sinis dan tegas. Dengan jelas Beliau mengingatkan kita untuk tidak mencontek, kerjas ama atau bahkan menghidupkan handphone.
Beliau lansung membagikan kertas ulangan Matematika kepada semua murid, aku duduk di barisan kedua setelah pintu , kedua dari depan. Sekitar 30 menit berlalu. Suasana kelas sangat hening, kami semua sangat berkonsentrasi dalam menjawab 5 soal matematika ini. Meskipun hanya 5 soal tetap saja susah bagiku ditambah lagi guru matematika sebelumnya sedang melaksanakan ibadah haji. Sempat digantikan oleh guru pengganti tapi tidak efisien. Alhasil materi pun belum semua dibahas.
Bu Een pun berjalan mengelilingi meja murid satu per satu, sambil melihat adakah tindak kecurangan yang kita lakukan. Dengan tatapan penuh ketegasan Beliau melihat satu per satu murid, dan tibalah Beliau di mejaku. Saat sampai di mejaku, wajah Beliau menjadi sangat marah, dengan tatapan yang sinis Beliau lagi-lagi memarahiku.
( Dengan nada membentak )
“Eh kamu, kenapa belum cukur ?” Tanya Bu Een
“Iya Bu, habis ini saya cukur lagi kok Bu.” Jawabku
“Kamu sebenarnya masih bisa diatur gak sih?” dengan nada lebih tinggi
“Masih Bu.”  Jawabku
“Kamu manusia apa binatang? Masih bisa diaturkan?” dengan suara lebih keras, semua temanku melihat dengan tatapan terkejut, yang tadinya hening jadi pecah karena Bu Een memarahiku, aku terus dimarahin dan hanya bisa menjawab Iya Bu, Iya Bu, iya.
Aku tak bisa konsentrasi untuk mengerjakan soal ulangan, pikiran ku kacau, bagaikan disambet petir. Rasanya kayak mau pindah sekolah waktu itu, teman sudah dikit, guru juga pada kesal. Ya aku memang saat itu OPENG alias Organisasi Pengangguran jadinya memang teman sedikit sekali waktu itu hahah.
Saat ulangan selesei dan Bu Een keluar dari kelas, teman-temanku mulai menghampiriku sambil berkata “Lu kuat Lan!” hahha. Dan kami pun tertawa riang, dan suasana kembali seperti semula “datang, kerjakan, dan lupakan” adalah motto kelas kami wkwkw.
Saat mid test hari itu selesei, anita tiba-tiba menemuiku dan berkata
“Lan lu gapapa tadi sama Bu Een?” tanyanya.
“Nggak papa kok, dari kecil gue juga udah sering dikatain, kebal udah haha”
“Serius lu Lan?”
“Iye nit”
“Gua juga minta maap ke lu nih, kalau sering ngatain lu”
“Slow nit, pasti gue maafin kok”
“Oke deh Lan, gue duluan ya, bye
“Oke Nit”
Ya anita memang seorang wanita yang cukup cantik dikelasku, kulitnya putih bersih dan senyumanya bikin semua cowo melayang. Walaupun begitu dia orang yang baik kalau udah kenal dekat. Dulu juga dia sempet ngatain aku, tapi lama kelamaan juga kita jadi teman, tak cuman itu dia juga orang yang lumayan cerdas apalagi matematika. Makanya banyak cowok yang sekarang lagi deketin dia. Aku tak punya perasaan apa-apa ke dia. Ya kita cuman teman saja.
Sesudah kejadian tadi itu, jujur aku sangat terpukul, selama aku sekolah baru kali ini aku dimarahin seperti binatang padahal hanya masalah kecil, kalau aku anak tidak baik wajar aja sih guru memarahi ku. Itu juga karna kelakuan ku yang merugikan orang lain. Aku berpikir mungkin Beliau saat itu sedang sangat kesal sehingga meluapkan semuanya kepadaku hehe.
Aku berpikir sejenak untuk setidaknya merehabilitasi namaku didepan Beliau dan teman-temanku, aku berpikir gimana kalau aku masuk olimpiade, ya di Smansa persaingan sangat ketat, jujur aku ini bodoh gak diapa-apain juga tetep aja bodoh hahaha. Sampai suatu ketika aku berpikir untuk masuk organisasi ataupun ekskul di Smansa.
Beberapa hari setelah kejadian itu, aku bertemu dengan Afif, sebelumnya memang sudah pernah bertemu, Afif selalu mengajakku untuk masuk Chadika tapi selalu aku tolak, karena alasan di Smansa udah siBuk ngapain nambah sibuk lagi
                Jujur aku sangat kagum dengan usahanya meski sudahku tolak berkali-kali tapi dia tidak menyerah, sudahku hitung 9 kali dia mengajaku untuk masuk ekskul tersebut, dan hari itu yang ke 10, karena aku merasa iba dan kagum dengan kegigihanya, aku memutuskan untuk bergaBung bersama.
                Awal-awal memang aku tidak betah dengan kekangan, tapi lama kelamaan aku terbiasa, teman-teman ekskulku juga sudah ku anggap sebagai keluaraga ke 2 bagiku. Disini banyak kali pelajaran yang bisa diambil
                Singkat cerita di ekskul ini jugalah aku bertemu Bu Een, ya Beliau adalah pembina dari ekskul ini, mau tidak mau memang harus ketemu, mulai dari berdiskusi tentang pramuka wajib, meminta tanggal untuk program kerja, meminta tanda tangan, aku lakukan dengan Bu Een. Awalnya Beliau memang tetap sinis terhadapku, tapi disini aku ingin meBuktikan bahwa saya adalah anak baik-baik yang bisa memegang amanah.
                Lambat-laun Bu Een yang tadinya memanggilku dengan “Eh” mulai berubah menjadi “Lan” karna sudah sering bertemu, Beliau sering kali memberikanku tugas, mulai dari diminta untuk mengikuti seminar, memasukan nilai-nilai pramuka wajib, dan lain-lain.
                Selain pramuka, aku juga masuk OSIS. Hari mingguku terkadang harus dikorbankan untuk 2 organisasi tersebut, sepanjang aku berorganisasi ada suatu waktu yang paling siBuk yang pernah aku alami di Smansa.
                Waktu itu Bulan maret 2015, hari yang padat sekali event di Smansa, aku ditunjuk sebagai PJ ( Penanggung Jawab ) lomba debat diacara Green Festival yang diadakan oleh osis, diBulan itu juga aku ditunjuk sebagai PJ Lomba Akustik di HUT CHADIKA 19.
                Jumat 27 maret 2015, aku disuruh menginap oleh kawanku Ezra, yang saat itu menjadi ketua pelaksana Green Festival, semalaman kita mendekor sekolah dan merencanakan rundown acara dan briefiing panitia, besok harinya, 28 Maret 2015 dilaksanakanlah Green Festival yang dimeriahkan dengan berbagai macam lomba diantaranya debat, mading , gerak jalan, dan wild games. Alhamdulillah event tersebut berjalan lancar tanpa hambatan. Peserta terlihat sangat senang dengan event ini,semoga tahun depan bakalan lebih seru lagi amin.
                Acara selesai pukul jam 5 sore, tak lupa aku menelpon teman sekelasku Bayu Jati, ya dia adalah vokalis baru dibandku, jumat kemarin dia resmi menjadi vokalis untuk mengganti vokalis yang dahulu, rencananya band kami akan mengikuti lomba etermusi ( lomba band festival di Smansa ).
“Bay, gimana adek lo udah lahir? Cewek apa Cowok?” tanyaku
“Alhamdulilah udeh Lan. Cewek nih baru lahir setengah jam yang lalu.”
“Wah baguslah, gedenya cakep dah ade lo, oiya jangan lupa jam 7 kita latian Bay.”
“Amin Lan, siap laksanakan Kapten.”
Sabtu, 29 Maret 2015. Di rundown band kami tampil sekitar jam set 10, karna ngaret masalah lsitrik akhirnya jam 11 pun acara baru dimulai dan dibuka oleh band kami, ya band kami adalah homeband alias band tuan rumah hehe, sebelum tampil kita berdoa dulu, tak usah mentingin juara, sudah bisa menghibur teman-teman yang melihat saja sudah alhamdulillah
                Semua teman mulai dari teman kelas, teman ekskul, OSIS, dan anak tongkrongan pun menonton kami, tak lupa juga para panitia. Haha deg-degan sih tapi seneng. Yang bikin kangen teriakanya itu loh “AAAAAAAA SEMANGAT ALAN” kira-kira seperti itulah hahahha.
                7 menit berlalu. Alhamdulillah kami sukses membawakan 2 lagu ( Ayo Mama dan Dont Look Back In Anger), setelah tampil aku lansung berganti baju dengan seragam pramuka lengkap, ya hari itu juga lah Technical Meeting HUT Chadika 19, sambil aku baca dan pahami petunjuk teknis dan petunjuk pelaksaanaan lombaku.
                Alhamdulillah tibalah giliranku untuk mempresentasikan lomba akustik. Dengan lugas aku menyampaikanya kepada peserta TM, pertanyaan dari para peserta pun bisa aku jawab dengan jelas. Akhirnya kelar juga hari ini, 3 hari yang sangat melelahkan bagiku sudah berakhir, gokilkan sekolah di SMAN 1 Bekasi hahaha.
`               Aku mendapat banyak sekali pelajaran yang berharga dari organisasi, mulai dari time management, disiplin , dan tanggungjawab semua bisa aku dapat di organisasi. Aku sangat berbalasa Budi dengan Chadika, Chadikalah yang memBuatku seperti ini. Guru yang tadinya memarahiku dan mengataiku berubah menjadi sangat percaya kepadaku. Semua kenangan ini tak bisa aku tuliskan dengan seutas kertas, semoga kelak aku akan menjadi seorang yang sukses, dan bila aku datang ke sman 1 bekasi, aku akan bilang
“Terima kasih Chadika, terima kasih OSIS, dan terima kasih Bu Een.”


                “Kring-kring.” Alarmku membangunkanku dari tidurku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar