Perpisahan Terakhir
Aku terbangun dari tidur panjangku karena mendengar suara itu lagi. Suara itu selalu membangunkanku dari mimpi buruk yang selalu berjalan-jalan dipikiranku.
“Anita bangun!!nanti kamu bisa terlambat”kata mamaku yg berusaha membangunkanku.
“iya ma…Anita bangun”kataku yg masih mengantuk.
Lalu mama keluar dari kamarku dan aku pergi untuk mandi. Selesai mandi aku turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama keluargaku,setelah itu aku berangkat sekolah.
Sesampainya disekolah aku sudah di sapa oleh sahabatku,namanya Alan. Dia adalah sahabat lamaku yang selalu bersedia menemaniku. Dia baik, ganteng, dan pintar.Dulu, aku sempat suka sama dia tetapi kini tidak lagi setelah menyadari bahwa dia tidak mempunyai perasaan padaku. Aku pikir bersahabat lebih baik untuk kita daripada pacaran. Aku bersahabat dengan nya dari kelas 1 SD sampai sekarang tepat nya kelas 3 SMP.
“hai Anita”sapa Alan.
“hai juga Alan”jawabku sambil tersenyum
“kita ke kelas yuk ”ajak Alan.
Aku pun menyetujui nya dan pergi menuju kelas. Sesampai nya di kelas aku duduk di sebelah Alan dan 5 menit kemudian guru kami datang.
Ketika waktu istirahat tiba aku pergi ke kantin bersama Alan. Ketika di kantin kami mengobrol sambil memesan makanan.
“Lan, setelah lulus SMP nanti kamu mau melanjutkan kemana?”tanyaku
“aku belum tau nit,memang nya kamu mau melanjutkan kemana?”kata Alan.
“aku juga belum tau sih …“kataku
“owh gitu…yaudah kita balik ke kelas yuk,sepertinya sebentar lagi bel akan berbunyi”ajak Alan.
Akhir nya aku dan Alan pergi ke kelas.dan bel pun berbunyi setelah itu Bu Mukaromah datang.
“selamat siang anak anak”sapa Bu Mukaromah
“selamat siang bu…”kata semua anak di kelas ku
“baik,sekarang ibu akan memberitahukan sebuah pengumuman.Bahwa lusa kita akan mengadakan sebuah lomba pensi”kata Bu Mukaromah.
“pensi nya tentang apa bu?” tanya Hasanah salah satu temanku.
“pensi nya terserah kalian,apa kalian bisa?” jawab Bu Mukaromah.
“siap bu” balas kami kepada Bu Mukaromah.
Setelah itu kami melanjutkan pelajarannya. Dan bel berbunyi. Aku segera merapihkan semua alat tulis ku. Sesampai nya di rumah aku ganti baju dan bermain bersama kucing ku. Malam nya aku belajar dan beberapa menit kemudian ketua kelas ku yang bernama Nandri sms kepadaku.Isi nya seperti ini:
“Anita,besok kita ngumpul di kelas setelah pulang sekolah untuk berdiskusi tentang lomba pensi.Aku berharap kepada semua murid bisa hadir. Dan semoga kelas kita bisa menjadi pemenang nya.”
Setelah membaca sms dari Nandri aku minta izin kepada orang tua ku bahwa besok aku ingin berkumpul di kelas setelah pulang sekolah dan aku di izinkan.
Esok hari nya aku berangkat sekolah dan sesampainya di sekolah aku segera menuju ke kelas ku. Ketika di kelas ternyata si Alan belum datang. 15 menit kemudian barulah Alan datang.
“hai lan..kok datang nya agak siang?tidak seperti biasanya.”tanyaku.
“hai juga nit..maaf tadi aku mengantar adik ku ke sekolah nya”kata Alan.
“Owh … yaudah kamu duduk di sebelah aku ya”kataku
“Okay”jawab Alan.
15 menit kemudian bel masuk berbunyi dan guru kami datang. Kami belajar sangat serius. Beberapa menit kemudian bel istirahat berbunyi dan seperti biasa aku dan Alan pergi ke kantin. Ketika di kantin aku berbincang-bincang dengan Alan.
“Lan nanti kamu bisa hadir kan setelah pulang sekolah?”tanyaku
“pastinya lah … kamu juga bisa kan?”kata Alan.
“iya lah,kan aku wakil kelas nya”kataku
“iya juga …”kata Alan.
KRIING!!!bel mulai terdengar di kantin. Aku dan Alan pergi menuju kelas dan guru kami pun datang. Tidak terasa waktu cepat berlalu dan bel pulang berbunyi. Seperti yang di janjikan,kami semua tidak pulang dan tetap ada di kelas.setelah kumpul semua kami mulai berdiskusi.
“jadi kita mau pensi tentang apa?”kata Nandri.
“hmm…apakah yg lain nya punya ide?”kataku
“bagaimana kalau kita membuat pensi tentang drama yg disatukan dengan lagu lagu”kata Alan yg memberikan ide.
“apakah yg lain nya setuju dengan ide Alan?”kata Nandri
“kalau aku setuju saja. Kalau yg lainnya setuju atau tidak?”kataku
“SETUJU!!!”kata semua temanku dengan kompak.
Setelah kami selesai berdiskusi kami berdo’a bersama agar bisa menang. Lalu kami pulang ke rumah masing masing untuk mempersiapkan diri. Di rumah aku latihan terus menerus untuk lomba pensi besok.
Ke esokkan hari nya aku sangat siap karena hari ini aku akan lomba pensi.ketika di sekolah ternyata semua nya sudah berkumpul termasuk Alan. Setelah itu kami menampilkan pensi kami. Awalnya, aku sempat grogi tetapi Alan menenangkanku. Aku dan teman-temanku menampilkan yang terbaik yang kami bisa. Pemenangnya pun diumumkan. Dan kami pun menjadi pemenang nya.
Waktu sangat cepat berlalu kini perpisahan sekolah pun tiba. Aku sangat sedih karena aku tidak satu sekolah lagi dengan Alan. Aku pergi ke gedung perpisahan bersama kedua orang tuaku. Sesampainya disana aku bertemu Alan.
“hai lan… kita masuk ke gedung yuk”ajak ku
“hai nit… maaf aku harus pergi sekarang”kata Alan. sambil menundukkan kepalanya.
“seperti nya ada yg aneh dengan Alan. Apa yang terjadi?”tanyaku dalam hati.
Alan pun pergi entah kemana aku tidak tau dan aku masuk ke gedung sendirian karena kedua orang tua ku sudah masuk ke dalam terlebih dahulu.Dan akhir nya acara perpisahan pun selesai.
Berbulan-bulan kemudian aku sudah jarang bertukar kabar dengan Alan. Aku tidak tau apa yang terjadi dengan Alan.
Suatu pagi aku pergi ke taman pelangi dekat rumah ku. Sesampai nya disana aku melihat seorang laki-laki yang mirip sekali dengan Alan,aku segera menghampirinya.
“maaf,apakah kamu Alan?”tanyaku dengan ragu ragu
“iya benar..kamu Anita kan?”kata laki-laki itu yg ternyata dia Alan.
“apa yang kamu lakukan disini?dan mengapa kamu tidak membalas sms-sms ku lagi?tanyaku.
“aku hanya ingin memberikan ini kepadamu dan maaf aku sudah tidak bisa berhubungan denganmu lagi”kata Alan sambil memberikan sebuah kotak kepadaku.
“memang nya kenapa?”tanyaku dengan heran
“nanti kamu akan tau. Sebaik nya kamu pulang sekarang dan kamu jangan membuka kotak itu sebelum kamu sampai di rumah”pesan Alan.
Aku hanya menganggukkan kepala dan pulang ke rumah. Ketika di rumah aku menuju kamar dan membuka kotak itu,ternyata isi nya adalah sebuah kalung berbentuk AA,aku berfikir AA itu singkatan dari”Alan Anita”. Dan juga ada sebuah surat yg isinya sebuah alamat rumah.
“mungkin itu alamat rumah Alan. Suatu saat aku akan pergi ke alamat ini”kata ku dalam hati.
Seminggu kemudian aku pergi ke alamat yang di berikan oleh Alan. Sesampai nya di alamat itu aku segera mengetuk pintu rumah yang ada di alamat. Setelah ku ketuk, pintu itu pun terbuka,muncul lah seorang perempuan dan mempersilahkan ku masuk.
“maaf kamu siapa?”tanya perempuan itu
“Aku Anita. Apakah benar ini rumah Alan?”kataku.
“iya benar”. Perempuan itu tiba-tiba menangis.
“maaf bu, ibu kenapa menangis?” tanyaku. Perasaan ku mulai tidak enak. Jangan- jangan ada yang terjadi dengan Alan.
“ada yg harus kamu ketahui tentang Alan”kata perempuan itu.
“emang nya apa yg terjadi?”tanyaku
“sebenar nya Alan telah meninggal dunia seminggu yang lalu. Dia tertabrak mobil ketika ingin pergi ke taman pelangi”kata perempuan itu
“tapi seminggu yg lalu aku bertemu dengannya di taman pelangi dan memberikan kalung ini kepadaku”kataku yg masih tidak percaya
“Aku tau kalung ini.waktu itu Alan membelikan nya khusus untuk mu padahal dia sedang sakit”kata perempuan itu. “lalu siapa yg memberikan kalung ini ?”tanyaku.
“aku juga tidak tau”kata perempuan itu.
Setelah aku mengetahui nya tentang Alan aku segera berpamitan untuk pulang. Sesampai nya di rumah aku sangat sedih sekali karena Alan sudah tidak ada lagi di dunia ini.
“Mungkin kejadian waktu itu di taman pelangi adalah perpisahan terakhir untuk ku bertemu dengannya.dan kalung ini adalah kenangan dari nya untuk ku.”kata ku dalam hati sambil menahan tangisan ku.
Beberapa hari kemudian aku di beritahu oleh tante nya mengenai tempat pemakaman Alan dan aku segera pergi ke temapat pemakaman Alan dengan kedua orang tua ku. Aku berharap agar Alan tenang di alam sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar