Cerpen Ini
Cerita ini berawal dari seorang yang bernama Riyadi, anak laki- laki dari pasangan Edy dan Ana. Berbicara tentang keluarga nya, dia merupakan anak tunggal dari keluarga PNS, bapaknya adalah camat Rawalumbu dan ibunya sebagai sekretaris camat. Riyadi mengenyam pendidikan di fakultas ekonomi UNPAD dan telah lulus pada tahun 2014 , setelah lulus dia melamar pekerjaan di perusahaan dibidang ekspor dan impor yang berada di Tanjung priok. Dia mendapat posisi sebagai manajer, salah satu teman sepekerjaanya bernama Najla. Riyadi sudah cukup lama mengenal Najla karena berasal dari universitas yang sama. “ Wah, hebat juga kamu di bisa masuk perusahaan ini mungkin aku harus memuji otak kerasmu itu” kata Najla, “ ah bisa aja kamu naj kata-kata pedasmu sama seperti dulu” bilang Riyadi. Dari saat itu Riyadi sering mengantar pulang Najla, hujan lebat pun terjadi riyadi tidak bisa kemana-mana karena banjir di apartemen Najla. “Naj gimana nih, aku gak bisa pulang?” Tanya Riyadi, “udah gak apa-apa tinggal disini aja dulu”bilang Najla. Saat banjir sudah surut Riyadi bergegas pulang kerumhnya untuk merapihkan ruamhnya, dan berterima kasih pada Najla karena diperbolehkan tinggal. Beberapa bulan kemudian Riyadi meminang Najla, mereka pun dikaruniai satu anak bernama Tejo. Dan Najla pun mengundurkan diri untuk mengurusi Tejo.
Pada desember tahun 2015 mendatang akan diperkirakan terjadi inflasi, rupiah yang sekarang turun menjadi 14.000. membuat banyak pegawai di PHK, termasuk perusahaan riyadi bekerja. Perusahaan mengalami kerugian sehingga banyak hutang, akhirnya perusahaan dibekukan bank. Riyadi yang sekarang menggangur bingung mau kasih apa makan istri dan anak di rumah, tejo anaknya yang masih berumur lima tahun harus dibelikan susu.” Mas apa saya perlu mencari pekerjaan juga?” Tanya sang istri, “dah kamu ngga usah pikirin itu yang penting si tejo ada yang ngurusin”.kata Riyadi. Riyadi mendaftar sebagai gojeg, cita-citanya sebelum jadi camat ialah menjadi pembalap. Di kampungnya motor riyadi lah yang paling bagus ya bapaknya camat, singkat cerita setelah menjadi gojeg riyadi keliling bekasi mengantar pelanggan kesana kesini. Ada yang ke proyek lah, ke Marundalah dan adapula yang ke Rawasapi lah.
Sebulan kemudian Riyadi sempat ribut sama ojek biasa, dia ingin menjemput anak SMA 1 Bekasi, Anak yang ingin dijemput bilang tunggu tempat futsal depan sekolahnya. “Bang Adi tolong tunggu didepan OS ya!”kata penumpang, “Ok”jawab Riyadi lalu mereka berdua menutup telpon. Kebetulan sekali ada ojek yang lagi mangkir, ojek yang melihat kehadiran riyadi mukanya merah bak setan, dia turun dari motor menghampiri Riyadi.”Woi ngapain lu disini”teriak ojek. Riyadi yang lagi menunggu kaget. Tiba-tiba dipengang kerah baju Riyadi lalu diseret, saat ia ingin bangun ojek lain menyeretnya juga. “ Tolong…tolong..!”Terikalah riyadi, ada gojeg yang baru datang heran kenapa ada teman segojeg diseret-seret lalu dia telpon kawan-kawanya. Katanya “bawa anak-anak sekarang ada yang ngajak berantem”sambil menutup telpon.
Riyadi yang daritadi teriak-teriak disumpel mulutnya pakai slayer yang bau asap “Tolong ..mmmmfff”teriak Riyadi. Setelah diseret-seret dilambungkan bogem mentah kemuka riyadi sehingga mukanya ungu bak terong, ojek-ojek lainya menginjak-injak riyadi. Kaget salah seorang ojek melihat dibelakang jalan sudah tertutup oleh kawanan gojek, ” Apa lu beraninya main keroyokan, sini kalo berani maju”ojek yang kalah jumlah hanya teriak-teriak saja. Akhirnya salah seorang murid SMA 1 Bekasi menelpon polisi. Gojek dan ojek hamper berantem tapi dilerai polisi, ojek provokator ditangkap polisi. Belum sampai itu.
Hari terakhirnya sebagai gojeg, riyadi mendapat seorang penumpang perempuan berumur sekitar 20 tahun. Dia bilang dia ingin pergi kerumah temanya di Tambun utara, di tengah jalan sang penumpang ling lung. Dia bingung apakah di tambun atau Jakarta timur, riyadi yang heran menanyakan apa nama kompleksnya mungkin saja riyadi tahu, bukanya dijawab malah dibilang kepo. Di telponlah teman penumpang, katanya rumahnya di rawasapi, balik lagi riyadi ke bekasi, tapi dia agak heran apa benar ada rawasapi. Dia pernah dengar rawalumbu, rawabebek, rawasemut tapi rawasapi tidak pernah. Sang penumpang minta turun di tengah jalan katanya mau pipis tapi didepan ada SPBU, dibilang seperti itu malah marah dia. Si penumpang pergi masuk ke semak-semak, riyadi menunggu perempuan itu kembali setelah 30 menit dia menunggu riyadi pikir apakah orang ini masih hidup atau tidak. Riyadi menyusul masuk semak-semak tapi tidak ada kelihatan satu orang pun, saat riyadi kembali ke motornya. Motornya sudah hilang sisa plat nomor dan helm saja yang ditinggalkan. Kena tipu pikirnya.”lelah hati ini bu saya nyari rezeki kok ga berkah-berkah”keluh riyadi, “mungkin sudah takdir tuhan kali pak”jawab Najla. “ benar kata guru saya dulu jangan salahkan ibu yang mengandung tapi salahkan kenapa engkau hidup”bilang riyadi ,“ Loh kok guru ngomong gitu”Tanya Najla “Ya kasusnya sama aja saya emang selalu sial” jawab riyadi.
Sekarang September 2015, riyadi telah keluar dari gojek. Riyadi diajak temanya sofwan untuk bekerja di perusahaan dia. “ wan gak apa-apa saya kerja sama kamu?”Tanya Riyadi “ Selaw… jalanin aja dulu”jawab sofwan. Lalu Riyadi menjadi karyawan perusahaan sofwan dibidang pangan yaitu telur asin dan bawang. Kehidupan Riyadi pun tidak berbeda dengan yang dulu, ya gaji mah sama-sama aja, tapi gak telur asin dan bawang juga kali pikirnya. RIyadi dan Najla melanjutkan hidupnya untuk mengurusi Tejo.
lucu jir
BalasHapuslucu jir
BalasHapus